Asesmen dan Fasilitasi Model Kapabilitas Audit Internal (IACM)

Latar Belakang
The Institute of Internal Auditors (IIA), melalui IIA Research Foundation (IIARF) pada tahun 2009 telah mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai tingkat kematangan atau kapabilitas fungsi audit internal di sektor publik.

Tingkat kematangan audit internal tersebut yang dikenal sebagai, “Internal Audit Capability Model (IACM)” merupakan kerangka yang mengidentifikasi hal-hal mendasar yang dibutuhkan untuk suatu unit audit internal yang efektif.

Di Indonesia sendiri, pada awal tahun 2015, ketika model IACM ini diterapkan di Instansi Pemerintah, Presiden menyatakan keterkejutannya bahwa tingkat kapabilitas auditor internal sektor publik atau pemerintahan 85 % masih berada pada Level 1 atau Level paling dasar. Hanya 14 % di Level 2 dan 1 % berada di Level 3. Kondisi ini berdampak pada adanya target Presiden untuk peningkatan kapabilitas khususnya pada audit internal sektor publik yang saat ini masih berada pada level Initial (Level 1).

IIARF Tahun 2009 merumuskan model tingkat kapabilitas yang sesuai dengan karakteristik kedewasaan audit internal sektor publik. Tingkat kapabilitas ini dirumuskan menjadi 5 (lima) level atau tingkatan. Perumusan tingkat kapabilitas ini melekat pada 6 (enam) elemen antara lain: Layanan Jasa dan Peran Audit Internal; Pengelolaan Sumber Daya Manusia; Praktik Profesional; Manajemen Kinerja dan Akuntabilitas; Hubungan organisasi dan budaya; dan Struktur tata kelola. Tingkat kapabilitas dirumuskan menjadi 5 tingkatan yaitu mulai dari level 1 initial, level 2 infrastruktur, level 3 integrasi, level 4 manage, dan level 5 optimizing.

Dalam upaya peningkatan pencapaian kapabilitas ini, PT Bina Audita Indonesia (BAI) sebagai lembaga konsultan yang senantiasa berupaya menguasai berbagai kajian dan pedoman serta ketentuan dari The Institute of Internal Auditors (IIA) Auditor Global termasuk di dalamnya konsep mengenai kapabilitas audit internal sektor publik, siap untuk mendukung upaya audit internal sektor publik melalui pendampingan dan asistensi pemenuhan ketentuan dan prasyarat kapabilitas dalam tiap level dan upaya peningkatan menuju level yang diharapkan.